Huruf Ikhfa Ada Berapa? Pengertian, Contoh & Cara Membacanya
Dalam mempelajari ilmu tajwid, kita seringkali mendengar istilah ikhfa. Ikhfa adalah salah satu hukum bacaan yang penting untuk dipahami agar dapat membaca Al-Quran dengan tartil dan sesuai kaidah yang benar. Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Huruf ikhfa ada berapa?” Artikel ini akan membahas tuntas mengenai jumlah huruf ikhfa, pengertiannya secara mendalam, serta contoh-contohnya dalam Al-Quran agar Anda semakin mahir dalam membaca kitab suci ini.
Memahami hukum ikhfa sangat penting karena akan mempengaruhi pelafalan huruf-huruf tertentu ketika bertemu dengan nun sukun (نْ) atau tanwin (ـًـٍـٌ). Jika tidak dipahami dengan baik, bacaan Al-Quran kita bisa jadi kurang tepat dan bahkan mengubah makna. Oleh karena itu, mari kita selami lebih dalam tentang apa itu ikhfa dan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam bacaan sehari-hari.
Pengertian Ikhfa Secara Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, ikhfa berarti menyamarkan atau menyembunyikan. Dalam ilmu tajwid, ikhfa diartikan sebagai menyamarkan bunyi nun sukun (نْ) atau tanwin (ـًـٍـٌ) menjadi suara antara idgham dan izhar, dengan mendengungkan (ghunnah) ketika bertemu dengan huruf-huruf ikhfa.
Jadi, ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa, kita tidak membacanya secara jelas (izhar) dan tidak pula meleburkannya sepenuhnya ke dalam huruf berikutnya (idgham). Sebaliknya, kita membacanya dengan suara samar yang disertai dengung (ghunnah) selama satu alif atau dua harakat.
Jumlah Huruf Ikhfa
Pertanyaan utama kita, “Huruf ikhfa ada berapa?” Jawabannya adalah, **huruf ikhfa ada 15 (lima belas)**. Huruf-huruf tersebut terkumpul dalam bait syair berikut:
صِفْ ذَا ثَنَا كَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا دُمْ طَيِّبًا زِدْ فِي تُقَى ضَعْ ظَالِمًا
Daftar Huruf Ikhfa dan Contohnya
Berikut adalah daftar lengkap huruf ikhfa beserta contohnya dalam Al-Quran:
- ص (shad): Contoh: مِنْ صِيَامٍ (min siyaamin)
- ذ (dzal): Contoh: أَنْذِرْ (andzir)
- ث (tsa): Contoh: مِنْ ثَمَرَةٍ (min tsamaratin)
- ك (kaf): Contoh: مِنْ كُلِّ (min kulli)
- ج (jim): Contoh: مِنْ جُوعٍ (min ju’in)
- ش (syin): Contoh: مِنْ شَرٍّ (min syarrin)
- ق (qaf): Contoh: مِنْ قَبْلُ (min qablu)
- س (sin): Contoh: إِنْسَانًا (insaanan)
- د (dal): Contoh: مِنْ دُونِ (min duuni)
- ط (tha): Contoh: مِنْ طَيِّبٍ (min thayyibin)
- ز (za): Contoh: مِنْ زَكَاةٍ (min zakaatin)
- ف (fa): Contoh: اَنْفُسُهُمْ (anfusuhum)
- ت (ta): Contoh: أَنْتَ (anta)
- ض (dhad): Contoh: مِنْ ضَلَالٍ (min dhalaalin)
- ظ (zha): Contoh: مِنْ ظِلٍّ (min zhillin)
Cara Membaca Ikhfa yang Benar
Membaca ikhfa membutuhkan sedikit latihan agar terbiasa. Kuncinya adalah menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin, bukan menghilangkannya sama sekali. Dengungan (ghunnah) harus terdengar jelas, namun tidak boleh terlalu panjang atau terlalu pendek.
Perhatikan makhraj (tempat keluarnya) huruf ikhfa tersebut. Lidah tidak menempel sempurna pada makhraj huruf nun, tetapi berada di posisi antara makhraj nun dan huruf ikhfa. Suara dengung kemudian dikeluarkan melalui hidung.
Tingkatan Ikhfa
Tingkatan ikhfa dibagi menjadi tiga berdasarkan kedekatan makhraj huruf ikhfa dengan makhraj huruf nun:
Ikhfa Aqrab (Paling Dekat)
Ikhfa aqrab terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf Tha (ط), Dal (د), atau Ta (ت). Karena makhraj ketiga huruf ini dekat dengan makhraj nun, penyamaran bunyi nun menjadi lebih kuat dan dengungnya lebih jelas.
Contoh: مِنْ طَيِّبٍ (min thayyibin) – perhatikan bagaimana bunyi ‘min’ seolah-olah hampir menyatu dengan ‘thayyibin’ namun tetap ada dengungan yang jelas.
Ikhfa Ausat (Sedang)
Ikhfa ausat terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf ikhfa lainnya selain Tha, Dal, dan Ta. Tingkat penyamarannya sedang, tidak sekuat ikhfa aqrab.
Contoh: مِنْ قَبْلُ (min qablu) – penyamaran bunyi ‘min’ tidak sekuat pada contoh ikhfa aqrab.
Ikhfa Ab’ad (Paling Jauh)
Ikhfa ab’ad terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf Qaf (ق) atau Kaf (ك). Karena makhraj kedua huruf ini jauh dari makhraj nun, penyamaran bunyi nun menjadi lebih samar dan dengungnya lebih ringan dibandingkan dengan ikhfa aqrab dan ausat.
Contoh: مِنْ قَبْلُ (min qablu) – sekali lagi, perhatikan perbedaan dengungan dibandingkan dengan contoh sebelumnya.
Kesimpulan
Memahami jumlah huruf ikhfa, pengertiannya, cara membaca, dan tingkatan-tingkatannya merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran kita. Dengan latihan yang konsisten dan pemahaman yang baik, kita dapat menghindari kesalahan dalam pelafalan dan membaca Al-Quran sesuai dengan tajwid yang benar.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang ilmu tajwid. Teruslah belajar dan berlatih agar semakin mahir dalam membaca Al-Quran. Ingatlah, membaca Al-Quran dengan tartil dan benar adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
