Di Samping atau Disamping: Mana yang Benar Menurut KBBI? Panduan Lengkap

Di Samping atau Disamping: Mana yang Benar Menurut KBBI? Panduan Lengkap

Seringkali kita dihadapkan pada pilihan kata yang membingungkan dalam bahasa Indonesia, salah satunya adalah penggunaan “di samping” dan “disamping”. Kedua frasa ini sering digunakan secara bergantian, padahal memiliki makna dan fungsi yang berbeda. Pertanyaan pun muncul, manakah penulisan yang benar dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan antara “di samping” dan “disamping” berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serta memberikan contoh penggunaannya agar Anda tidak lagi kebingungan.

Memahami perbedaan antara “di samping” dan “disamping” sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesalahan dalam penggunaan preposisi dan kata sambung ini dapat mempengaruhi kejelasan pesan yang ingin disampaikan. Mari kita telaah bersama perbedaan mendasar dan contoh penggunaannya agar Anda semakin mahir dalam menggunakan bahasa Indonesia.

Kaidah Penggunaan “Di” Sebagai Preposisi

Kata “di” sebagai preposisi atau kata depan memiliki fungsi untuk menunjukkan tempat, arah, atau letak. Penulisannya selalu dipisah dari kata yang mengikutinya. Contohnya: di rumah, di sekolah, di jalan, di atas meja. Jadi, ketika “di” berfungsi sebagai kata depan untuk menyatakan tempat, pastikan Anda menuliskannya secara terpisah.

Penting untuk diingat bahwa “di” sebagai preposisi tidak mengalami perubahan bentuk apapun. Ia tetap ditulis “di” meskipun kata yang mengikutinya memiliki awalan atau akhiran. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menggabungkan “di” dengan kata yang seharusnya dipisah. Dengan memahami aturan ini, Anda akan terhindar dari kesalahan yang sering terjadi.

“Disamping” Sebagai Kata Tugas

Berbeda dengan “di samping,” kata “disamping” ditulis serangkai dan memiliki fungsi sebagai kata tugas, khususnya konjungsi atau kata penghubung. “Disamping” memiliki arti ‘selain’ atau ‘di samping itu’. Kata ini digunakan untuk menambahkan informasi atau memberikan alasan tambahan.

Perlu diperhatikan bahwa “disamping” tidak menunjukkan letak atau tempat. Fungsinya murni sebagai penghubung untuk menambahkan informasi. Jadi, jika Anda ingin menyatakan letak suatu benda atau tempat, jangan gunakan “disamping.” Gunakanlah “di samping” yang ditulis terpisah.

Contoh Penggunaan yang Benar

Untuk memperjelas perbedaan antara “di samping” dan “disamping,” mari kita lihat beberapa contoh kalimat yang benar:

Contoh “di samping” (preposisi):

  • Buku itu terletak di samping vas bunga. (menunjukkan letak)
  • Saya duduk di samping teman saya. (menunjukkan letak)

Penggunaan “Di Samping” untuk Menunjukkan Lokasi Spesifik

Ketika menggunakan “di samping” untuk menunjukkan lokasi, pastikan konteks kalimat memberikan informasi yang jelas mengenai posisi objek atau subjek. Anda bisa menambahkan keterangan lain untuk memperjelas posisi relatif objek tersebut.

Misalnya, “Rumah itu terletak di samping sungai, tepatnya di sebelah utara jembatan.” Kalimat ini memberikan informasi yang lebih detail dibandingkan hanya “Rumah itu terletak di samping sungai.”

Membedakan dengan Frasa Serupa

Terkadang, frasa “di samping” bisa tertukar dengan frasa lain yang memiliki makna serupa, seperti “berdampingan” atau “sebelah.” Perhatikan konteks kalimat untuk memilih frasa yang paling tepat.

Contoh: “Dua gedung itu berdiri berdampingan.” Kalimat ini menekankan kedekatan fisik antara dua gedung tersebut. Sementara “Gedung itu terletak di samping taman” hanya menunjukkan posisi relatif gedung terhadap taman.

Contoh “disamping” (konjungsi):

  • Disamping pintar, dia juga sangat rajin. (selain pintar)
  • Disamping harganya murah, kualitasnya juga bagus. (selain harganya murah)

Penggunaan “Disamping” dalam Kalimat Kompleks

Dalam kalimat kompleks, “disamping” sering digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang memberikan informasi komplementer atau alasan tambahan. Pastikan klausa yang dihubungkan memiliki hubungan logis.

Contoh: “Disamping memiliki pengalaman yang luas, dia juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sehingga sangat cocok untuk posisi ini.”

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menulis “disamping” ketika seharusnya “di samping.” Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya pemahaman mengenai fungsi masing-masing kata. Ingatlah, jika Anda ingin menunjukkan letak, gunakan “di samping” (dipisah). Jika Anda ingin menambahkan informasi atau alasan tambahan, gunakan “disamping” (digabung).

Untuk menghindari kesalahan, selalu perhatikan konteks kalimat. Jika ragu, cobalah mengganti frasa “di samping” dengan “di dekat” atau “sebelah,” dan “disamping” dengan “selain” atau “di samping itu.” Jika penggantian tersebut masuk akal, berarti Anda sudah memilih kata yang tepat.

Kesimpulan

Perbedaan antara “di samping” dan “disamping” terletak pada fungsi dan penulisannya. “Di samping” adalah preposisi yang menunjukkan letak dan ditulis terpisah, sedangkan “disamping” adalah kata tugas (konjungsi) yang berarti ‘selain’ dan ditulis serangkai. Memahami perbedaan ini akan membantu Anda menulis dengan lebih tepat dan menghindari kesalahan umum dalam berbahasa Indonesia.

Dengan memahami kaidah penulisan dan fungsi masing-masing kata, Anda dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia Anda. Jangan ragu untuk terus belajar dan berlatih agar semakin mahir dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selalu ingat untuk merujuk pada KBBI jika Anda merasa ragu dalam memilih kata yang tepat.